Isi Hati: Ufuk Arkananta

Karya: Dyotachayu Solagratia Purnomo

Golongan jara ingin jagaddhita
Dalam japanya, ingin golongan janari jagratara
Memilih wicaksana daripada wibasa
Selalu wiloka bahwa wilasa dunia hanyalah sementara

Hidup ini memang ada dua jalan
Lebar dan sempit itu pilihan
Yang lebar api, jiwa pun mati
Namun, yang sempit jalan selalu disinari

Citrakara Agung telah goreskan tinta di setiap citrapata manusia
Keagungan-Nya acintya, Kasih-Nya anargya
Bagi-Nya manusia teramat adhikari
Dialah Sang Agrapana, hendaklah manusia menyadari

Tatkala citta rajaswala
Wilasa fana ialah kepunyaannya
Persoalannnya bukan hanya sengsara saja,
melainkan ada neraka yang tawarkan siksa selamanya

Bagai si jago merah yang merajalela dan melalap harapan
Hangus sudah jembatan penyebrangan
Dapatkah menuju firdaus-Nya,
pabila yang tersisa hanya jurang kenangan?


Puji Syukur, puisi di atas adalah salah satu karya yang telah dipublikasikan dalam keikutsertaan saya di lomba cipta puisi tingkat Internasional ASEAN. Sedikit saya edit dalam penulisannya dan menambahkan beberapa kata. Puji Tuhan saya mendapat nilai 84.633 atau peringkat 645 dengan mengangkat judul puisi Ufuk Arkananta dan bertemakan tentang: Isi Hati. Walaupun tidak dapat 200 besar saya tidak berkecil hati dan tetap bersemangat untuk berkarya. Terimakasih Pusah Lomba Seni dan rekan-rekan yang telah mendukung baik dalam doa ataupun motivasi yang membangun.
Be blessed! God bless you.

Komentar