Dari sepenggal doa yang kupanjatkan, begitu tajamnya seperti pedang bermata dua.
Melukai hati Allah, dan cukup menggambarkan secara jelas bahwa ketika aku berdoa, ternyata terkadang aku masih seperti orang yang tidak mengenal Allah. Begitu banyak akar rumput keraguan, dan semak ketidakpercayaan. . .
Tapi Allah tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan dan akan terus menyadarkan kita ketika kita salah jalan (tidak sesuai kehendak-Nya). Ia sendiri yang akan mengajarkan kepada kita tentang nilai-nilai kehidupan. Secara serius Ia bekerja dalam setiap pribadi kita dan menyatakan betapa dahsyat serta ajaib kuasa-Nya memerintah atas hidup kita karna kita milik-Nya. Ya, Dialah "Allah" bagi kita bukan "allah"!
Seperti pada Efesus
4:17 & 18 yang berkata:
17Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
Melalui ayat tersebut, semakin jelas bahwa aku masih
saja luput untuk hidup benar sesuai dengan kehendak Allah. Aku hanya terus
menerus berbicara dan melupakan bahwa ada hal yang tak kalah penting dari doa, yaitu mendengarkan
suara-Nya dan melakukan kehendak-Nya.
Kebenarannya adalah aku tidak sedang berkerja sendiri untuk
melesaikan pekerjaan-Nya, serta aku juga tidak sedang berjalan sendiri untuk
melakukan panggilan hidupku di dalam dunia ini.
Ya, itulah yang sering kali terlupakan saat kita
terlalu sibuk atau asyik melayani hingga melupakan siapa yang seharusnya kita layani.
Mari belajar akan tiga hal penting seperti;
1.
Menanggalkan baju lama, seperti dalam Efesus
4:22 (TSI) Jadi setiap kalian sudah diajar untuk meninggalkan sifat-sifat hidupmu
yang lama. Hidup lama itu harus dibuang seperti baju lama yang dibuang.
Kelakuan lama itu semakin buruk karena dipimpin oleh hawa nafsu yang gampang
menipu kita.
2.
Mengenakan baju baru, Efesus 4:24 (TSI) Sebagaimana kamu
memakai baju baru, begitulah hendaknya seluruh hidupmu menjadi baru. Karena
kamu sudah diciptakan menjadi manusia baru yang semakin mencerminkan sifat-sifat
Allah. Berarti kamu akan sungguh-sungguh hidup suci dan benar di hadapan-Nya.
3. Milik Allah: Menyenangkan Hati Allah, Efesus 4:30 (TSI) Dan
janganlah sampai cara hidupmu membuat Roh Kudus bersedih hati. Karena Roh itu
merupakan bukti bahwa kamu adalah milik Allah, dan Roh Kudus juga menjamin
keselamatanmu pada hari terakhir.
Dengan apakah kita
mengisi kekosongan yang ada di dalam diri kita?
Ketika kita mulai memusatkan diri kita kepada-Nya dan
mencari kerajaan-Nya, kita semakin sadar bahwa setiap kekosongan yang ada kini perlahan
mulai terisi, bahkan yang serong kini terarah, dan yang lama telah berlalu. Ya,
yang baru sudah datang. Sungguh indah!
Ingatlah pesan Allah melalui Galatia 5:24 “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah
menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”
serta dalam 2
Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:
yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Setiap detik yang berlalu akan terasa indah ketika
kita benar-benar tak sekalipun ingin melewatkan setiap kesempatan untuk
lebih mengenal pribadi Allah. Ya, kita terus menerus setia mendengarkan
suara-Nya berbicara pada kita tentang kebenaran kasih dan kehendak-Nya.
Penutup . . .
Catatan penting
tentang “mengenal Allah”
Mengenal Allah tidak akan pernah berhasil apabila kita
masih hidup dalam daging.
Ini seperti firman Tuhan yang tertulis dalam Galatia 5:17 “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan
Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduannya bertentangan –
sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”
Serta dalam Roma
8:6 & 7 “6Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan
Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7Sebab keinginan daging adalah
perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah, karena
ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.”
Ketika kita hidup
bersama Allah, kita hidup dalam damai sejahtera. . .
Terus Berdoa!
Soli Deo Gloria!
Komentar
Posting Komentar