Lanjutan...
Setelah itu, aku berencana melanjutkan pendidikan ku ke perguruan tinggi. Aku tak melewatkan kesempatanku untuk mengikuti seleksi masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN. Begitu banyak kendala dalam proses pendaftaran. Karna aku siswa pindahan dari sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 dan pindah ke sekolah yang masih menerapkan KTSP. Itulah yang menjadi salah satu kendalanya. Perbedaan sistem penilaian yang harus melalui sistem konversi nilai terlebih dahulu supaya model penilaiannya sama. Ya, begitulah.. aku harus mengurusnya sendiri di sekolah. Aku juga harus menemui guru-guru yang memang memiliki wewenang dalam hal tersebut.
Kini, semua kendala terbayar sudah. Puji Tuhan, aku lolos jalur SNMPTN tersebut. Dan dalam seleksi tersebut, hanya satu orang yang lolos dalam kelasku. Ya, aku percaya Tuhan punya rencana yang indah untukku. Tetapi, keluargaku kurang setuju aku mengambil pertanian. Aku mengambil pertanian karna aku ingin meneruskan hobi bapak. Namun, dibalik situasi itu aku yakin aku dapat menjadi orang yang sukses dan tentunya dapat membahagiakan keluargaku.
Namun, semua cerita di Lombok itu harus berhenti sampai di situ dulu. Belum genap setahun aku di universitas negeri di Mataram itu. Salah satu penyebabnya adalah keadaan perekonomian kami yang makin lama semakin tidak medukung. Bahkan di Lombok, kami juga tidak memiliki usaha. Kami memenuhi kebutuhan dengan gaji pensiunan PNS dari bapak dan sedikit bantuan dari keluarga. Kami juga merasa, kami sudah banyak merepotkan. Sudah 3 tahun lamanya kami menumpang di rumah paman. Lombok memang sudah banyak sekali memberi kami banyak pengalaman, semangat, dan menjadi saksi bisu akan Kasih Setia Tuhan dalam kehidupan kami. Aku juga senang karna dapat kesempatan untuk belajar teknik tarik suara dalam paduan suara gereja, aku juga mendapatkan teman baru, komunitas yang mengajakku untuk selalu dekat dengan Tuhan, bahkan sering mendapatkan kesempatan untuk bergabung dalam suatu organisasi di gereja. Dan begitulah ceritaku dari pertengahan tahun 2015 sampai awal tahun 2018 di Lombok
Bersambung...
Komentar
Posting Komentar