Lanjutan...
Dalam proses pun, Tuhan tak hentinya membentuk aku menjadi manusia tidak hanya sabar dalam pencobaan. Namun, Tuhan juga inginkan aku tahan uji. Dalam masa-masa sulit pun, Tuhan hanya ingin aku selalu dekat padaNya dan berserah hanya di dalam namaNya. Tuhan juga mengajarkanku arti kebahagian yang sebenarnya. Kebahagian yang didasari oleh rasa syukur kepada Tuhan. Sesulit apapun rintanganku menuju Klaten dari Solo, tak sedikit pun aku merasa Tuhan jauh dariku.
Aku bukan anak kos, karna terkendala dalam biaya dan lain sebab – aku harus berani menghadapi segala rintangan dan tantangan di depanku. Setiap pukul 06.00 WIB aku berangkat menuju Klaten dengan motorku. Dari hujan air sampai hujan abu, kuhadapi semua dengan doa dan usaha. Dari terjebak macet karna berangkat kesiangan sampai terjebak di belakang motor yang sedang kampanye dan harus bergelut dengan asap motornya serta suara kenalpotnya yang sangat besar dan bising. Dari ban motor yang bocor di rumah sampai bocor di tengah jalan. Dari terdesak di antara bahu jalan dan mobil kemudian terjatuh sampai kaki kiri yang dilindas ban mobil saat hendak menyebrangi bundaran. Dari rantai motor lepas di tengah jalan sampai aki motor yang konslet dan motorku pun tidak bisa dihidupkan. Dari badan lemas karna telat makan dan sampai basah kuyup karna mobil. Aku ingat sekali saat itu aku terjebak dalam genangan air di tengah jalan. Aku juga sengaja mengurangi kecepatan laju motorku, supaya pengemudi motor yang lain tidak kebasahan karna terciprat genangan air. Namun, kenyataan berkata lain. Laju motorku yang pelan, dan ada mobil yang melaju dengan cepat dari belakang. Jas hujan kelelawar pun jelas tidak dapat menyelamatkanku. Ya, aku menjadi basah kuyup.
Sampai di sini dulu kisahku. Ya, tak terasa hampir 2 tahun aku bersama motorku melaju dari Solo menuju Klaten untuk menimba ilmu. Sekitar 3 jam lebih kuhabiskan waktuku di jalan raya setiap hari ketika pulang-pergi menyusuri Kota Solo dan Klaten. Begitu indah rencana yang Tuhan tetapkan dalam hidupku. Dalam kesulitan, aku tidak pernah merasa kekurangan. Tuhan lebih dari apapun. Tuhan selalu mencukupi semua yang kubutuhkan dan memberikan yang terbaik untukku. Aku percaya Tuhan hanya ingin aku selalu bersinar untuk keagungan namaNya dan kebesaran kuasaNya. Kuasa yang memampukanku di tengah keterbatasanku. Dia lebih dari cukup bagiku.
Untuk kisah selanjutnya tunggu di lain tajuk yaaa gaisss
Ditunggu juga kisah-kisahku selama PP Solo-Klaten yang harapannya bisa memotivasi dan menginspirasi setiap orang.
Terima kasih buat kalian semua yang semangatnya luar biasa sekali
God bless you
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusGmn kak... Knp dihapus ehehe
Hapus